Jakarta - Minyak goreng sebagai bahan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia akhir-akhir ini mengalami lonjakan harga yang signifikan. Harga bahan baku pembuat minyak goreng yakni crude palm oil (CPO) di pasar global yang meningkat ditengarai menjadi faktor yang membuat harga minyak goreng melambung.
Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag Isy Karim memprediksi harga minyak goreng tidak lantas normal kendati harga CPO dunia berangsur turun (Sumber: bisnis.com). Beberapa faktor lain juga turut andil dalam kenaikan harga minyak goreng nasional seperti pasokan CPO dunia yang turun akibat kekurangan tenaga kerja di Malaysia dan cuaca buruk di Amerika Utara dan Selatan sebagai negara produsen minyak sawit selain Indonesia (Sumber: idxchannel.com)
Pasokan bahan baku yang terbatas juga harus dibagi antara industri minyak goreng dan biodiesel. Panic buying yang terjadi pada ketersediaan stok membuat minyak goreng menjadi langka di beberapa daerah sehingga muncul peraturan 1 orang 2 liter minyak.
PT Cisadane Sawit Raya Tbk sebagai salah satu perusahaan kelapa sawit berinisiatif memberikan subsidi minyak goreng kepada para karyawan di lingkungan Perusahaan. Hingga berita ini ditulis, Perusahaan telah menyalurkan minyak goreng bersubsidi ke 5 kebun operasional dari total 6 kebun.
Penyaluran minyak goreng bersubsidi yang pertama diselenggarakan di PT CSR setelah acara seremoni peletakan batu pertama pada 8 Januari 2022 lalu. Dilanjutkan dengan PT IZA pada 11 Januari 2022, PT DAL pada 13 Januari 2022, PT SSG dan PT ABI bersamaan pada tanggal 20 Januari 2022. Terakhir yakni PT SKL yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.
Karyawan Perusahaan menyambut baik dan berterima kasih atas diadakannya program subsidi minyak goreng ini. Minyak goreng yang disalurkan melalui program subsidi ini bak angin segar di tengah kenaikan harga minyak nasional sekaligus sebagai wujud kepedulian Perusahaan kepada karyawan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.





