01 November 2022 , 13:27 WIB / berita

PT Cisadane Sawit Raya Tbk sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit nasional memiliki komitmen kuat terhadap pencegahan kebakaran lahan dan kebun di wilayah operasional, baik di region Sumater Utara maupun Sumatera Selatan.

Di region Sumatera Selatan, tepatnya wilayah Kabupaten Banyuasin, dua anak usaha kami yakni PT Sukses Sawit Gasing (PT SSG) dan PT Abiputra Bina Inter (PT ABI) telah melaksanakan pelatihan pengendalian kebakaran lahan dan kebun pada 22 Oktober 2022 lalu.

Bertempat di kantor besar PT SSG, pelatihan dilaksanakan bersama dengan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuasin.

Peserta pelatihan diberikan arahan terkait teori segitiga api, dilanjutkan dengan penjabaran tugas dan tanggung jawab sebagai personil pemadam kebakaran, juga upaya pencegahan dan penanggulangan apabila terjadi kebakaran lahan dan kebun.

Seluruh materi teori disampaikan secara jelas agar para personil mengerti akan pentingnya keberadaan pemadam kebakaran di wilayah perkebunan dan bagaimana bertindak cepat dan sigap.

Rangkaian pelatihan diakhiri dengan praktek atau simulasi pemadaman. Personel pemadam diberikan kesempatan untuk dapat berlatih secara teknis memadamkan api dari mulai penggunaan selang air dan fire extinguisher, menjaga jarak aman saat memadamkan api, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga penanganan munculnya api pada tabung gas LPG rumah tangga.

 

Tentang PT Cisadane Sawit Raya Tbk.

PT Cisadane Sawit Raya Tbk dan seluruh anak usahanya menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Perusahaan selalu mengedepankan efektivitas dan efisiensi dalam mengelola sumber daya yang ada untuk menjadi perusahaan agribisnis yang bereputasi dan terintegrasi.

Perusahaan memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di area perkebunan yang beroperasi sejak tahun 2007 dengan kapasitas 60 ton/jam dan saat ini sedang dalam tahap pembangunan Pabrik Kelapa Sawit ke 2 yang berkapasitas 45 ton/jam.

Total lahan yang dimiliki oleh Perusahaan seluas 29.000 hektar dengan area tertanam mencapai 18.783 hektar. Produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 319.071 ton per tahun.